Tubuh Harus Dipasok Air Sehat

15 03 2008

Air adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, maka seluruh proses metabolisme dalam tubuh manusia bisa berlangsung dengan lancar.

Sebaliknya, jika kekurangan air, maka proses metabolisme terganggu. Akibatnya bisa terjadi dehidrasi, yang pada tahapan lebih lanjut bisa menimbulkan kematian.
Menurut ahli gizi dan makanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Nuri Andarwulan PhD, komposisi tubuh manusia sebagian besar adalah air (cairan), yaitu sekitar 60 hingga 70 persen. Karena itu, air memegang peranan yang sangat penting dan tidak tergantikan.

Ia melanjutkan, air adalah esensial dan tidak bisa disintesakan. Ini berbeda dengan senyawa lain, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. ”Lemak bisa disintesakan dari karbohidrat. Protein dan karbohidrat juga sama. Tapi, air tidak bisa disintesakan. Ia harus diperoleh dari luar tubuh,” ungkapnya.

Begitu pentingnya kebutuhan air, kata Nuri, tubuh harus memperoleh dosis yang cukup setiap hari. Jumlah ideal yang harus dikonsumsi adalah dua liter per hari yang merupakan jumlah total cairan yang masuk ke dalam tubuh.
”Orang sering salah mempersepsikan hal ini. Yang disebut dua liter kadang disamakan dengan delapan gelas air minum. Padahal itu adalah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Dan itu tidak harus dari air minum. Makan buah semangka juga bisa mencukupi kebutuhan karena mengandung banyak air,” kata Nuri.

Dehidrasi

Jika kekurangan cairan, tutur Nuri, tubuh akan terkena dehidrasi. Tingkatnya bisa ringan sampai berat. Dehidrasi yang berat bisa menimbulkan kematian.

Sel tubuh manusia, lanjutnya, berisi air. Kalau kekurangan air, maka sel akan kehilangan komponen intinya. ”Ini akan menganggu metabolisme. Dan ini berbahaya karena bisa menimbulkan kematian,” jelasnya.

Dehidrasi, masih kata Nuri, bisa terjadi karena penyakit diare. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Artinya, dalam tubuh terdapat racun. Kondisi ini menyebabkan air diserap dalam jumlah yang banyak ke dalam usus lalu dikeluarkan. Sehingga pada penderita diare, banyak cairan tubuh yang terbuang atau dikeluarkan.

Karena itu, penderita diare harus diberi minum dalam jumlah yang banyak untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang. ”Bahkan kalau perlu air minumnya diberi tambahan mineral. Yang banyak dikenal adalah oralit,” ungkap Nuri.

Dehidrasi juga bisa terjadi pada mereka yang melakukan olahraga berat sehingga banyak mengeluarkan keringat yang merupakan hasil metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Jika banyak mengeluarkan keringat, berarti banyak cairan tubuh yang keluar. Karenanya, orang yang berolahraga berat juga harus memperbanyak minum.

Selain kedua hal tersebut, dehidrasi juga bisa terjadi pada orang yang berada di daerah yang sangat kering, misalnya kawasan Timur Tengah. Karena itu, masyarakat di sana biasanya mengenakan tutup kepala ketika keluar dari rumah. Ini untuk mencegah penguapan cairan dari dalam tubuhnya.

”Orang yang bekerja di ruangan ber-AC juga harus banyak minum. Sebab AC menyedot cairan yang ada di sekitarnya. Karena itu, orang yang sering bekerja di ruangan AC biasanya kulitnya kering. Apalagi jika minumnya sedikit,” paparnya.

Air sehat

Lebih lanjut Nuri menjelaskan, air yang harus diminum adalah air yang sehat. Ini bisa dilihat dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologi. Secara fisik, air yang sehat adalah yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. ”Lebih detail lagi, air bisa diminum dengan berbagai syarat secara kimia dan mikrobiologi. Secara kimia, air sehat adalah yang kadar pH-nya netral dan kandungan mineral-mineral tertentu ada batasannya,” sebut Nuri.

Sedangkan secara mikrobiologi, air yang sehat adalah yang tidak mengandung mikroba penyebab penyakit (patogen). Misalnya, bakteri E coli yang bisa menyebabkan diare dan salmonela yang bisa mengakibatkan tipus.
Kedua bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran atau tinja manusia. Dalam kondisi normal, air tidak mengandung dua bakteri tersebut. Jika ternyata mengandung itu, maka berarti telah tercemar oleh tinja manusia. ”Kalau sumber airnya benar, tidak akan tercemar oleh bakteri E coli dan salmonela,” ujarnya.

Pengolahan air

Untuk mendapatkan air sehat perlu dilakukan serangkaian proses pengolahan (water treatment). Perusahaan Air Minum (PAM/PDAM) memiliki mekanisme sendiri untuk pengolahan air sehingga siap dimasak. Yaitu lewat proses sedimentasi dan filtrasi.

Di negara maju seperti Jepang, Singapura, Amerika dan Eropa, air yang keluar dari kran bisa langsung diminum karena sudah steril. ”Sedangkan di kita belum seperti itu. Prosesnya belum sampai pada tahapan siap minum namun baru siap masak,” kata Nuri.

Sementara proses pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) lebih panjang lagi. Sterilisasinya menggunakan ozon dan ultra violet. Perusahaan AMDK memiliki standar internasional dalam pengolahan air minum. Dalam hal ini prinsip good manufacturing practice (GMP) dilakukan secara ketat.
Dengan demikian, semua jenis AMDK bisa diminum dengan aman. Sedangkan pada air isi ulang, setelah dilakukan pengujian sebenarnya aman. Hanya saja, yang bermasalah adalah botolnya.

”Kalau di perusahaan AMDK, pembersihan botol dilakukan dengan proses tertentu sehingga benar-benar bersih. Sedangkan pada air isi ulang, kita tidak tahu botolnya dibersihkan seperti apa. Jadi masalahnya ada pada botolnya dan bukan pada air isi ulangnya,” kata Nuri menerangkan.
Menurut anggota pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, beberapa kasus pengaduan masyarakat terhadap AMDK pernah diterimanya.

Meski tidak banyak, pengaduan tersebut tetap perlu diperhatikan. Komplain konsumen biasanya pada kualitas AMDK yang tercemar. Ini biasanya terjadi karena kesalahan pada proses penyimpanan. ”Kalau ada cemaran berarti komposisinya telah berubah. Ini artinya air kemasan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Jika ada pengaduan seperti itu, pihaknya lalu mengumpulkan barang bukti. Selanjutnya produsennya dihadirkan untuk dimintai informasi seputar produknya yang tercemar.
Perusahaan itu lalu mengecek ke bagian arsip. ”Jika arsipnya baik, maka berarti cemaran terjadi pada proses penyimpanan dan distribusi,” ujarnya.

Tips memilih Air Kemasan yang Aman
Tidak semua air minum dalam kemasan (AMDK) layak dikonsumsi. Bisa saja air tersebut tercemar zat-zat tertentu. Secara fisik, menurut anggota pengurus harian YLKI, Sudaryatmo, air minum kemasan yang tercemar terdapat semacam lendir di dalamnya. Jika hal itu ditemukan, maka berarti air minum kemasan tersebut tidak layak dikonsumsi.

Pencemaran, katanya, bisa dilihat secara fisik maupun kimiawi. ”Secara kimiawi, untuk mengetahui apakah air kemasan tercemar atau tidak, maka harus dilakukan pengujian laboratorium,” ujarnya. Karena itu, lanjut Sudaryatmo, konsumen perlu bersikap hati-hati dalam memilih air minum dalam kemasan.

Inilah sejumlah tips yang diungkapkannya bila kita hendak memilih air minum kemasan yang aman dikonsumsi.

1. Telitilah penampilan fisik air minum dalam kemasan, masih bagus atau tidak. Pastikan tidak ada semacam lendir di dalamnya. Sebab ini merupakan indikasi tercemar atau tidaknya sebuah produk air dalam kemasan.

2. Pilihlah produk yang mencatumkan label ingredient. Sebab kita akan mengetahui kandungan-kandungan dalam air kemasan tersebut. Misalnya tentang kandungan mineral dan kadar pH-nya. Selama ini sangat sedikit perusahaan air minum dalam kemasan yang mencantumkan ingredient dalam produknya. Padahal ketentuan itu diwajibkan dalam UU Perlindungan Konsumen.

3. Label tersebut akan sangat penting untuk mengetahui proses mineralisasi air kemasan tersebut. Apakah mineralnya berasal dari bahan baku atau karena diberi zat-zat mineral tertentu.

22 Maret: Hari Air Sedunia

World Water Day (WWD), Hari Air Sedunia, diperingati setiap tahun pada 22 Maret. Peringatan ini dilakukan sejak … Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai payungnya menugasi setiap organisasi di bawahnya untuk menjadi ‘ketua’ penyelenggaraannya.

Tahun ini yang ‘punya gawe’ adalah UNESCO, badan PBB yang mengurusi pendidikan, dan budaya. Tema WWD 2006 adalah Water and Culture, Air dan Kebudayaan. Intinya, mengingatkan bahwa setiap agama memperlakukan air sebagai sesuatu yang sakral, dan setiap negara dengan kebudayaannya pun memperlakukan air dengan menempatkan air sebagai barang yang ‘sakral’ sehingga harus dihemat, dan dipelihara. Setiap negara merayakan dengan kegiatan yang khas negara masing-masing.

Poin
* Secara fisik, air yang sehat adalah yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
* Secara kimia, air sehat memiliki kadar pH-nya netral dan kandungan mineral-mineralnya terbatas.
* Secara mikrobiologi, air sehat tidak mengandung E coli dan salmonela





Tips Menjaga Metabolisme Tubuh

15 03 2008

Belakangan ini Anda merasa mudah sekali lelah dan sakit-sakitan? Kondisi tubuh Anda harus dijaga.

Agar bisa tetap menjalani rutinitas sehar-hati, coba tips menjaga metabolisme tubuh berikut ini.

1. Jaga pola makan Anda. Makanlah dengan teratur, pagi, siang dan malam. Anda tidak terbiasa sarapan? Anda bisa mengawali hari dengan jus buah atau segelas susu. Menu makan siang pun jangan sembarangan. Empat sehat 5 sempurna ada baiknya Anda coba. Sebisa mungkin hindari fast food. Anda perlu sumber tenaga, oleh karena itu carilah sumber tenaga yang terbaik.

2. Penuhi kebutuhan tidar malam Anda. Kurang tidur pastinya membuat Anda mudah lelah. marah dan tak bisa berkonsentrasi. Usahakan tidur malam Anda sebanyak 9 jam. Jika porsi tidur ini belum bisa Anda penuhi, coba gantikan dengan istirahat tidur siang.

3. Stres bisa menjadi salah satu faktor yang membuat metabolisme tubuh Anda melemah. Stres bisa mempermudah penyakin masuk ke dalam tubuh dan memperlambat proses penyembuhan. Luangkan waktu untuk berbincang dengan sahabat atau hang out di tempat favorit Anda. Jadilah seseorang yang selalu diliputi rasa bahagia.

4. Olahraga dengan teratur tentu saja akan meningkatkan kesegaran tubuh Anda. Lakukan saja olahraga ringan seperti bersepeda atau jogging bersama sahabat Anda. Lakukan dengan penuh suka cita. Karena olahraga yang dilakukan secara terpaksa juga tak bisa berbuah maksimal.

5. Ini tips yang biasa kita dengar. Minum air putih 8 gelas setiap hari. Dua liter air yang kita konsumsi itu ternya gunanya untuk mengatur suhu tubuh, aliran darah dan menyebarkan gizi ke seluruh tubuh Anda. Jadi tak ada ruginya Anda membiasakan diri mengkonsumsi air putih dengan takaran yang tepat.
(Idionline/NeT)





TIPS KESEHATAN

15 03 2008

TIPS KESEHATAN
+ Minum minimal 8 sampai 10 gelas air (2 liter) setiap harinya.
+ Minum air yang murni dan bebas mineral anorganik.
+ Minum air secara berkala dan sebelum haus, karena saat haus tubuh sudah amat kekurangan air.
+ Diane Irons, seorang model, talk-show host, dan penasehat kecantikan bintang bintang Internasional, dalam bukunya “The World’s Best-Kept Beauty Secrets,” menegaskan bahwa rahasia kecantikan kulit yang paling utama adalah minum air dalam jumlah yang cukup. Tidak heran kalau para model sering terlihat membawa air minum kemasan ke mana-mana.
+ Mulai hari anda dengan minum setengah liter air (2 gelas) untuk memenuhi kebutuhan air yang tidak terpenuhi saat anda tidur.
+ Perhatikan konsumsi minuman beralkohol dan berkafein (kopi, teh, soft-drinks) anda, karena pada akhirnya minuman yang bersifat diuretic tersebut akan membuat tubuh anda mengeluarkan lebih banyak air daripada yang diminum.
+ Pastikan kemanapun anda pergi, selalu tersedia supply sebotol air minum, termasuk di dalam mobil dan di meja kantor.
+ Jangan lupakan sayuran dan buah-buahan dalam diet anda karena sayur dan buah sangat kaya dengan mineral organik yang paling ideal untuk tubuh.





Tingginya Pencemaran Air Tak Lepas dari Banjir

15 03 2008

Kandungan bakteri Eschercia coli (E Coli) yang mencemari air tanah di seluruh wilayah DKI Jakarta, rata-rata mencapai 41 persen. Kandungan bakteri yang cukup tinggi itu, membuat air tanah di Ibukota tidak memenuhi syarat untuk diminum

Menurut Kepala Humas Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Evi Salvino, tingginya kandungan E Coli yang mencemari air tanah, diperoleh dari pemeriksaan bakterologi terhadap sampel air tanah yang diambil dari seluruh wilayah DKI Jakarta.

Dari pemeriksaan bakterologi, wilayah yang paling tinggi tingkat pencemarannya adalah Jakarta Barat, di mana sekitar 93,3 persen sampel air tanah yang diuji tidak memenuhi syarat sebagai air minum.

Sementara wilayah lainnya, lanjut Evi, juga mengalami pencemaran yang cukup tinggi. Dari sample air tanah yang diuji di wilayah Jakarta Pusat, sekitar 43,5 persen tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Selanjutnya, Jakarta Timur 26,2 persen dan Jakarta Selatan 25 persen.
“Secara keseluruhan, sekitar 41 persen air tanah di Jakarta tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Ini masih di luar pengujian untuk air ledeng atau air PAM,” kata Evi.

E Coli adalah indikator dalam penentuan tercemarnya air oleh limbah domestik, seperti limbah rumah tangga, hotel, dan lain-lain. Bakteri E Coli biasanya ke luar menuju alam bebas bersama tinja.

Bakteri ini dijadikan indikator karena paling mudah diindentifikasi dengan pemeriksaan di laboratorium. Jika E Coli terdeteksi dalam air, berarti air tersebut tercemar tinja manusia dan sangat mungkin mengandung bibit penyakit berbahaya sehingga air yang tercemar E Coli perlu diwaspadai atau tidak layak diminum.

Bacteri E Coli dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika masuk ke saluran pencernaan, baik melalui minuman maupun makanan. Gangguan kesehatan tersebut, bisa berupa tifus, kolera, hepatitis, diare, dan lain-lain.

Terkait dengan itu, WHO mensyaratkan kandungan E coli pada air bersih sebesar nol. Sedangkan Departemen Kesehatan menyatakan kandungan E coli pada air perpipaan maksimal 10 per 100 ml dan air nonperpipaan maksimal 50 per 100 ml. Namun berdasarkan pemeriksaan bakterologi, air nonperpipaan atau air tanah di DKI rata-rata tercemar bakteri E Coli sebesar 41 persen.

Menurut Evi, tingginya pencemaran air di DKI Jakarta oleh bakteri E Coli tidak terlepas dari bencana banjir yang sering melanda Ibukota setiap tahun. Pasalnya, air di daerah rawan banjir umumnya mudah tercemar bakteri, kuman, jamur, dan bakteri patogen yang diantaranya adalah E Coli.
Saat banjir, lanjutnya, septik tank dan pembuangan kotoran kemungkinan besar rusak hingga tinja yang ditampung merembes keluar dan mencemarkan atau mengotori air tanah. Akibatnya, masyarakat yang mengonsumsi air dari sumur yang sudah tercemar tinja, akan mengalami gangguan kesehatan.

Evi menjelaskan, tidak mudah mengenali air yang mengandung bakteri patogen, seperti air yang terkontaminasi partikel. Secara fisik, air yang terkontaminasi bakteri patogen tetap terlihat bersih dan jernih, padahal di dalamnya mengandung banyak bakteri merugikan.

Terkait dengan itu, Dinas Kesehatan DKI terus berupaya melakukan penyuluhan mengenai cara membersihkan dan mensterilkan air secara sederhana. Pembersihan air secara sederhana melalui dua tahap, yaitu pembersihan fisik dan bakteri.

Untuk pembersihan fisik, air didiamkan sehingga kotoran mengendap atau air diberi bahan pengendap (koagulan), seperti tawas. Pada tahapan ini, hampir 80 persen bakteri patogen yang ada di air akan mati. Proses ini dapat menjernihkan air hanya dalam waktu 5-15 menit.

Setelah melakukan pembersihan air secara fisik, langkah selanjutnya adalah membunuh sisa bakteri merugikan. Caranya adalah dengan mencampurkan aquatabs. Aquatabs merupakan alat pembunuh bakteri berbentuk tablet berisi kaporit (70 persen klor aktif) untuk mematikan bakteri patogen. Proses pembersihan untuk membunuh bakteri dilakukan selama 30 menit sebelum air dimasak untuk diminum.

“Setelah air dibersihkan, tetap harus dimasak hingga mendidih sebelum diminum. Sayuran untuk lalapan dan buah-buahan, sebaiknya dicuci dengan air mineral atau air yang sudah dimasak,” kata Evi.
(idionline/NeT)





LAGI, MINERAL BAGI TUBUH

15 03 2008

MINERAL BAGI TUBUH

Mineral, bersama dengan vitamin, memegang peranan penting dalam kesehatan tubuh kita.

Berbagai aktivitas di dalam sel sel tubuh kita bergantung dari keberadaan mineral. Bila salah satu aktivitas tersebut terganggu, maka dapat mengakibatkan gangguan yang beruntun dalam aktivitas-aktivitas sel yang lain.

Karena itu perlu anda ketahui bahwa anda tidak dapat bergantung kepada air minum untuk mensupply jumlah dan jenis mineral yang diperlukan tubuh anda.

Jenis yang baik untuk tubuh anda adalah mineral organik yang hanya bisa didapatkan langsung dari sayur dan buah-buahan, atau secara tidak langsung dari daging hewan. Karena dari antara manusia, hewan, dan tumbuhan, hanya tumbuhan yang dapat memproses mineral dari tanah melalui fotosintesa dan merubahnya menjadi organik. Mineral anorganik yang berasal dari air tanah tidak dapat dimanfaatkan tubuh kita dengan baik dan bila terus ditimbun dapat menyebabkan berbagai penyakit. Air yang murni dapat juga membantu membersihkan timbunan tersebut dari tubuh kita. Hal-hal tersebut telah disetujui oleh berbagai pakar kesehatan, diantaranya:
+ Dr. Charles Mayo, pendiri Mayo Clinic, rumah sakit teratas di USA.
+ Dr. Allen E. Banik, ahli dan penulis buku yang telah terjual puluhan ribu kopi.
+ Paul C. Bragg, Ph.D, spesialis kesehatan dan fitness yang juga penulis buku.
+ Dr. Andrew Weil, M.D, ahli kesehatan populer di USA, lulusan Harvard Medical, dan
penulis 8 buku kesehatan yang sering muncul di media massa.
Sedangkan mengenai jumlah, air minum tidak mengandung jumlah mineral yang cukup atau berarti untuk kebutuhan tubuh kita.

Sebagai contoh: sebuah air minum mineral impor dari Perancis yang bisa didapatkan di beberapa supermarket di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang tertera pada kemasan produk tersebut, kandungan mineralnya adalah sebagai berikut: Calcium = 11,5 mg/liter, Magnesium = 8 mg/liter, Potassium = 6,2 mg/liter.
Kebutuhan mineral tubuh kita setiap harinya, berdasarkan informasi dari badan U.S. Food & Drug Administration dan sebuah website kesehatan, adalah sebagai berikut: Calcium = 1.000 mg, Magnesium = 400 mg, Potassium = 2.000 mg.
Untuk memenuhi kebutuhan mineral tersebut, bila dibandingkan antara air mineral yang diperlukan dan alternatifnya dari sayur/buah/susu, hasilnya adalah sebagai berikut:
Calcium: minum 87 liter air, atau alternatifnya, 3 gelas susu.
Magnesium: minum 50 liter air, atau alternatifnya, 140 gram kacang mete.
Potassium: minum 323 liter air, atau alternatifnya, 5 buah pisang.
Mana yang anda pilih?
Kini telah jelas bahwa yang penting dari air minum adalah kemurniannya, bukan mineralnya. Karena itu, air yang ideal untuk diminum setiap hari adalah air yang murni dan bebas mineral anorganik, yaitu air Reverse Osmosis.





Konsumsi Air Terkontaminasi, Dirasakan 70 Persen Warga Indonesia

15 03 2008

Persoalan air bersih sampai saat ini masih menjadi kendala terbesar dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Sedikitnya 100 juta rakyat Indonesia sampai sekarang masih kesulitan mengakses air bersih, dan sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia masih mengonsumsi air yang terkontaminasi.

”Ini menunjukkan masih banyak penduduk yang belum bisa mengakses sumber air bersih yang benar-benar terjamin kualitasnya. Kerusakan di hulu sungai, mengakibatkan semakin banyak sungai yang tercemar, dan banyaknya warga menggunakan sumur dangkal menyebabkan 70 persen penduduk Indonesia mengonsumsi air yang berpotensi terkontaminasi,” kata Trigiani, Spesialis Program Pelayanan Lingkungan USAID di Bekasi, Senin (20/3).

Rehabilitasi sumur

Karena itu, dalam Program Cinta Air yang dimotori Yayasan Coca Cola Indonesia, USAID berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau mengonservasi sumber airnya mulai hulu hingga ke hilir.

Program bernilai 250.000 dollar Amerika Serikat ini juga akan merehabilitasi sumur-sumur dangkal warga di Bekasi yang jaraknya kurang 10 meter dari septic tank.

Tanpa menyebut data terinci, Trigiani mengklaim, potensi pencemaran sumber air masyarakat masih tinggi di Indonesia. Terbukti, air sungai di kawasan Jakarta dan Bekasi sudah tidak bisa lagi dikonsumsi begitu saja, tanpa proses pengolahan yang sesuai standar kesehatan.

Kondisi ini menyebabkan akses masyarakat terhadap sumber air bersih semakin terbatas. Akibatnya, wabah diare menjadi penyebab kematian terbesar kedua bagi anak usia di bawah lima tahun, yaitu lebih dari 100.000 orang per tahun.

Kompas mencatat beberapa sungai yang sudah tercemar dan sulit dijadikan sumber air bersih tanpa pengolahan yang sesuai standar kesehatan di Indonesia. Di antaranya, Sungai Citarum (Kali Malang/Bekasi), Sungai Siak; Riau, Sungai Belawan; Medan, Sungai Ciliwung; Jakarta, dan Sungai Musi; Palembang.

Banyaknya industri dan warga yang berada di daerah aliran sungai turut memengaruhi tingkat pencemaran di sana. Padahal, warga kota lainnya justru menggantungkan pasokan air bersihnya dari aliran sungai tersebut melalui perusahaan pengolahan air minum setempat.

Menurut Trigiani, pengelolaan sumber air yang terpadu, dibutuhkan untuk menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan sosialisasi yang berkesinambungan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga sumber mata air di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Coca Cola Indonesia, Mudijanto, menjelaskan, Program Cinta Air sangat relevan untuk masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Program ini bertujuan menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat dan industri air. ”Untuk tahap awal kami mengonsentrasikan program ini di kawasan Bekasi. Selanjutnya baru ke daerah lain,” kata Mudijanto.
(idionline/KCM)





Berapa Banyak Air yang Harus Kita Minum Setiap Harinya?

15 03 2008

Air sangat penting untuk kesehatan, dan tiap individu membutuhkan dalam jumlah yang berbeda. Panduan ini dapat membantu memastikan bahwa Anda telah mencukupi asupan air yang dibutuhkan.

Berapa banyak air yang diminum setiap hari? Sebuah pertanyaan mudah dengan jawaban yang sulit. Studi telah menghasilkan berbagai rekomendasi selama beberapa tahun belakangan ini, tetapi sebenarnya, kebutuhan air tiap orang sangat berbeda tergantung dari banyak faktor, termasuk kesehatan, seberapa aktif dan dimana Anda tinggal.

Meskipun tak ada satu konsep yang cocok untuk semua orang, tau lebih jauh tentang ketubuhan air dari tubuh kita sangat membantu untuk mengira-ira berapa banyak air yang perlu diminum tiap harinya.

Keuntungan air bagi kesehatan

Air merupakan komponen utama dari tubuh, rata-rata tiap orang memiliki 60% air dari berat tubuhnya. Semua sistem didalam tubuh tergantung oleh air. Sebagai contoh, air akan membilas racun dari organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh dan menghasilkan kelembapan bagi jaringan telinga, hidung dan tenggorokan.

Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Berapa banyak air yang dibutuhkan?

Setiap saat Anda akan kehilangan air melalui pernafasan, keringat, urin dan pergerakan usus. Agar tubuh berfungsi normal, maka air yang hilang harus digantikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung air.

Dua pendekatan untuk kebutuhan air rata-rata pada orang dewasa:

Pendekatan pengganti. Rata-rata keluaran urin orang dewasa 1,5 L sehari. Air juga dapt keluar melalui pernafasan, keringat dan pergerakan usus. Makanan biasanya menyumbangkan 20% dari jumlah total yang diperlukan, jadi bila mengkonsumsi 2 L air atau minuman lainnya dalam sehari (kurang lebih 8 gelas), maka cairan yang hilang akan tergantikan.

Rekomendasi harian. Institute of Medicine menyarankan pria untuk mengkonsumsi 3 L (13 gelas) dan perempuan mengkonsumsi 2,2 L(9 gelas) dari total minuman dalam sehari.

Cara lain untuk mengetahui bahwa anda telah minum dalam jumlah yang cukup adalah bila anda jarang merasa haus dan memproduksi satu hingga dua liter urin yang tidak berwarna atau agak kuning.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan air

Banyaknya keperluan air yang dibutuhkan tubuh tergantung dari keaktifan, cuaca, kesehatan, dan bila hamil atau menyusui.

1. Olah raga. Semakin banyak berolahraga, maka akan semakin banyak air yang dibutuhkan tubuh. Tambahan 1-2 gelas air, biasanya cukup untuk olahraga yang singkat, tetapi bila olahraga lama maka perlu jumlah tambahan. Berapa banyak cairan tambahan yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya keringat selama olah raga, biasanya 2-3 gelas dalam sejam sudah cukup, kecuali udara sangat panas. Lebih baik bila menggantikan air dengan cairan elektrolit sehingga elektrolit tubuh yang hilang (natrium) bersama keringat dapat tergantikan.

2. Lingkungan.Udara yang panas dan lembab dapat membuat berkeringat sehingga membutuhkan tambahan air. Udara dalam ruangan yang panas juga dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya. Ketinggian lebih dari 2500 meter (8200 kaki) dapat menyebabkan peningkatan urinasi dan bernafas menjadi lebih cepat, sehingga lebih banyak cairan yang terbuang.

3. Keadaan kesehatan dan Penyakit. Tanda penyakit seperti demam, muntah dan diare, dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Bila terjadi, maka Anda harus minum air lebih banyak dan lebih baik bila dapat menggantikan elektrolit yang keluar juga. Kondisi tertentu seperti infeksi kandung kemih serta adanya batu di saluran kemih juga membutuhkan cairan lebih banyak. Kondisi lainnya seperti kelainan jantung dan beberapa tipe penyakit ginjal, hati atau penyakit adrenal dapat mengganggu ekskresi air oleh sebab itu asupan air perlu dibatasi.

4. Hamil dan menyusui. Wanita yang sedang hamil atau menyusui membutuhkan cairan untuk tetap terhidrasi. Sejumlah besar cairan hilang saat menyusui. Institute of Medicine merekomendasikan pada wanita hamil untuk minum 2,4 liter (10 gelas) air sedangkan bila menyusui disarankan untuk minum 3,0 liter air (12,5 gelas) setiap harinya.

Dehidrasi dan Komplikasi

Kurangnya asupan air yang dibutuhkan tubuh dapat menyebqabkan dehidrasi. Dehidarasi sedang (hilangnya 1-2% dari berat badan) dapat menurunkan energi dan membuat lelah. Penyebab umum yang dapat menimbulkan dehidrasi adalah aktifitas yang banyak, keringat yang berlebih, muntah dan diare.

Tanda dan gejala dari dehidrasi termasuk:

Rasa haus

Lelah

Sakit kepala

Mulut kering

Tidak atau kurang urinasi

Lemah otot

Pusing

Kepala terasa ringan

Dehidrasi sedang jarang menimbulkan komplikasi selama cairan yang hilang cepat digantikan. Kasus lainnya dapat mengancam jiwa, terutama pada individu yang masih sangat muda atau sudah tua. Pada keadaan yang gawat, cairan atau elektrolit dapat diberikan secara intravena.

Tidak baik untuk menjadikan rasa haus sebagai indikator untuk minum. Saat terasa haus, kemungkinan telah terjadi dehiddrasi. Lebih jauh lagi, saat usia bertambah, maka tubuh akan lebih tidak sensitif terhadap tanda dehidrasi. Rasa haus yang berlebihan serta bertambahnya urinasi dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius oleh sebab itu bicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Untuk memastikan bahwa kebutuhan air tubuh telah terpenuhi, maka perlu dipertimbangkan langkah berikut:

Minum segelas air saat makan dan antara waktu makan.

Minum sebelum, selama dan setelah olah raga.

Ganti minuman beralkohol

Bila anda minum air dari botol, pastikan bahwa botol selalu bersih dan ganti botol lebih sering. Gunakan botol yang memang dibuat untuk digunakan lagi.

Meski tidak umum, sangat mungkin untuk minum terlalu banyak. Bila ginjal tidak mampu mengekskresikan kelebihan air, mineral dalam darah menjadi terencerkan, sehingga menghasilkan suatu kondisi yang disebut hiponatremia (rendahnya kadar natrium dalam darah). Atlet yang perlu ketahanan, seperti atlit marathon yang mengkonsumsi sejumlah besar air beresiko besar terkena hiponatremia.